Quantcast
peoplepill id: syahrial-oesman
SO
2 views today
10 views this week
Syahrial Oesman

Syahrial Oesman

Indonesian engineer
Syahrial Oesman
The basics

Quick Facts

Intro Indonesian engineer
Is Engineer
From Indonesia
Type Engineering
Gender male
Birth 25 May 1955, Palembang, Indonesia
Age 66 years
Star sign Gemini
Politics Nasdem Party
The details (from wikipedia)

Biography

Ir. H. Syahrial Oesman, M.M. (lahir di Palembang, Sumatra Selatan, 25 Mei 1955; umur 65 tahun) adalah Gubernur Sumatra Selatan ke-13. Lulusan Jurusan Teknik Sipil Universitas Sriwijaya ini sebelum menjabat sebagai gubernur Sumatra Selatan periode 2003-2008, pernah juga menjabat sebagai Bupati Ogan Komering Ulu untuk periode 1998-2003. Sekarang ia juga menjabat sebagai Ketua Partai NasDem Provinsi Sumatra Selatan periode 2014-2019. Mantan Bupati Ogan Komering Ulu, kelahiran Palembang, 25 Mei 1955, ini mencanangkan Sumsel sebagai lumbung pangan dan enerji .

Profil

Syahrial Oesman adalah Gubernur Sumatra Selatan ke-13. Lulusan Jurusan Teknik Sipil Universitas Sriwijaya ini sebelum menjabat sebagai gubernur Sumatra Selatan periode 2003-2008, pernah juga menjabat sebagai Bupati Ogan Komering Ulu untuk periode 1998-2003.

Syahrial memang memiliki citra dan kesan yang sangat mendalam bagi sebagian warga Sumsel. Pria kelahiran Palembang, 25 Mei 1960 itu dikenal sangat familiar dan mudah diterima dalam lingkungan apapun kendati dia seorang Gubernur. Terobosannya memang luar biasa.

Masalah pelabuhan Tanjung Api-api saja baru di zaman kepemimpinan dia benar-benar nyata digarap. Bahkan Alex Noerdin yang menjanjikan akan mampu mewujudkan Tanjung api-api dalam lima tahun saja hingga kini belum ada sedikit pun upaya nyata ke arah sana. Baru sebatas wacana, atau sekadar MoU saja.

Pembangunan-pembangunan yang berorientasi Pemberdayaan Ekonomi rakyat cukup subur dan merata. Daerah-daerah berkembang secara serempak. Selain itu Syahrial dikenal piawai dalam pendekatan. Siapapun orangnya kalau sudah didekati Syahrial pasti akan terpengaruh dan luluh.

Tapi sayang, pria 52 tahun itu tertimpa kasus korupsi. Dia diduga terlibat dalam korupsi alih fungsi hutan lindung menjadi Pelabuhan Tanjung Api-Api. Keterlibatan Syahrial sebelumnya disebut-sebut dalam dakwaan Direktur Utama PT Chandratex Indo Artha, Chandra Antonio Tan.

Dalam dakwaan, Chandra dinilai bersama-sama dengan Syahrial telah memberi atau menjanjikan uang senilai Rp 5 miliar kepada anggota Komisi Kehutanan Dewan Perwakilan Rakyat.

Pemimpin Sederhana Bertoleransi Tinggi

Syahrial Oesman sebagai pemimpin bersahaja. Suatu hari ia bersama istrinya berkeliling ke Tarutung, Tapanuli Utara dengan mengendarai sepeda motor. Tak ada sedikitpun sikap gengsi atau malu, kendati dia adalah orang nomor satu di Palembang. Kemudian Syahrial menyempatkan diri singgah di kantor pusat HKBP di Pearaja, Tarutung.

Walau dia beragama Islam, rasa toleransinya begitu tinggi. Diapun merasa kagum melihat kebesaran gereja HKBP. Para jemaat gereja tersebut menyebar sampai kepelosok negeri dan bahkan luar negeri. Gereja HKBP di Tapanuli tersebut hampir sama dengan HKBP yang ada di Palembang. Hanya di Tapanuli gerejanya lebih besar.

Selama berada di Tarutung Syahrial pun menyempatkan melihat langsung objek wisata Salib Kasih. Dan diapun menyempatkan diri bertemu dengan warga Tarutung secara langsung di gedung Sopo Partungkoan. Bahkan pada kesempatan tersebut Syahrial mendapatkan pakaian adat Batak Toba "sape-sape dan piso halasan" . Tak ketinggalan Nyonya Maphilinda pun merasa bangga menerima sarung hajut dan sirtoli.

Pada kesempatan tersebut Syahrial mendapatkan gelar Raja Pargomgom. Gelar ini diberikan atas dedikasinya sebagai pelindung dan penasehat orang Batak rantau yang ada di Sumsel. Syahrial mengaku sangat senang dengan gelar tersebut. Kedatangan Syahrial ke Tapanuli memberikan kesan yang mendalam bagi Bupati Tapanuli Utara, Torang Lumbantobing. Dia meminta gubernur senantiasa peduli dan melindungi orang Batak yang ada di Sumsel.

Selaku Gubernur Sumsel, Syahrial yang memiliki sifat toleransi yang tinggi terhadap berbagai agama dan suku yang ada di tempatnya dan ia berjanji akan selalu melindungi dan menghormati pemeluk agama lain atau suku lain di daerahnya.

Di Palembang sendiri menurut Syahrial sering diadakan pagelaran budaya Batak dan mendapat respon positif dari warga di sana. Bahkan mereka mendirikan perkumpulan dan arisan marga per marga untuk menjalin rasa persaudaraan bagi sesama.

Usai dari Tarutung, rombongan Gubernur Sumsel menuju Hutaginjang, Kecamatan Muara, untuk melihat panorama Danau Toba. Sesudahnya mereka ke Medan untuk menghadiri acara yang digelar alumni Universitas Sriwijaya yang berdomisili di Sumut.

Sumatra Selatan Lumbung Pangan dan Energi

Melihat potensi sumberdaya alam yang melimpah ruah, tidaklah berlebihan bila Provinsi Sumatra Selatan menjadi terdepan dalam dua pilar penting yang selama ini menjadi pijakan bagi kesejahteraan masyarakat Palembang. Dua pilar tersebut adalah Provinsi Lumbung Pangan dan Provinsi Lumbung Energi.

Sumatra Selatan sebagai Provinsi Lumbung Pangan ini mempunyai orientasi mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran dan peningkatan pendapatan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatra Selatan.

Dalam penjabaran lebih luas lagi provinsi lumbung pangan dimaknai sebagai potensi non migas yang berasal dari sektor pertanian dan beberapa sector lain yang terkait. Tahun 2006 total PDRB non migas Sumatra Selatan memberi konstribusi sebesar 66.54 persen. Konstribusi ini selain berasal dari sektor pertanian juga berasal dari sektor industri dan sektor perdagangan.

Pencanangan sebagai Provinsi Lumbung Pangan ini diperkuat melalui rencana strategis tahun 2003 – 2008 yang berpijak pada perspektif pembangunan Sumatra Selatan sebelumnya. Dalam salah-satu butirnya dijelaskan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi non migas provinsi Sumatra Selatan tahun 2002 sebesar 4,63 %. Dalam kurun waktu lima tahun 1998-2002, terjadi peningkatan pendapatan perkapita non migas dari US $ 385 menjadi US $ 608. Peningkatan sektor non migas tahun 1998 sebesar US$ 63,90 meningkat menjadi US $ 70,38 tahun 2002.

Sementara, sebagai Provinsi Lumbung Energi, pemaknaannya lebih pada potensi sumber daya energi Sumatra Selatan. Sumber ini meliputi minyak bumi yang mempunyai cadangan minyak 705 MMSTB, setara dengan 9,8 % cadangan minyak nasional. Disusul cadangan gas bumi sebesar 7.235 BSCF atau 7,01 % setara dengan cadangan gas nasional, dan batubara memiliki cadangan sebesar18,13 miliar ton atau setara dengan 34% cadangan batubara Indonesia serta sumber energi listrik.

Propinsi Lumbung Pangan Sub Sektor Pertanian

Sebagai provinsi lumbung pangan, Sumatra Selatan memiliki potensi sumber daya lahan yang luar biasa. Luas lahannya mencapai 752.150 Ha. Sumber daya lahan tersebut digunakan sebagai lahan sawah irigasi, tadah hujan, rawa pasang surut, lebak dan lahan kering. Dari lahan ini menghasilkan berbagai produk unggulan yang meliputi; tanaman padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar ditambah komoditas unggulan lain berupa sayuran dan buah - buahan.

Tahun 2005 total produksi padi Sumatra Selatan sebesar 2.320.110 ton gabah kering giling (GKG) atau setara beras 1.466.310 ton. Kontribusi terbesar diperoleh dari lahan sawah dengan kisaran 2.148.182 ton GKG atau mencapai 92,6%. Bila dikalkulasi dengan perhitungan jumlah penduduk sebanyak 6.755.900 jiwa, maka konsumsi beras perkapita/tahun sebesar 124 kg. Sehingga tahun 2005 Sumatra Selatan mengalami surplus beras sebesar 484.088 ton.

Keberhasilan diatas harus terus ditingkatkan dengan memanfaatkan potensi sumber daya lahan yang tersedia secara optimal dan menyeluruh, peningkatan pelayanan jaringan irigasi dan rawa, penggunaan agroinput, peningkatan kemampuan petani mengakses modal perbankan dan pengembangan penggunaan alat mesin pertanian. Selain itu diperlukan pula modal petani, investasi, perbaikan infrastruktur jaringan irigasi dan drainase. kesemuanya itu memerlukan dukungan dana yang cukup besar mencapai Rp3,3 triliun. Bila kondisi ideal ini dilaksanakan bukan tidak mungkin kedepan Sumatra Selatan mampu meningkatkan produksi padi hingga 5 juta ton GKG atau setara beras 3 juta ton atau lebih.

Kemudian, peluang investasi sub sector pertanian ini terletak pada potensi pengembangan lahan sawah seluas 238.974 Ha menjadi lahan sawah baru. Lahan ini memang belum dimanfaatkan, selama ini hanya memanfaatkan lahan seluas 752.150 Ha Diharapkan pemanfaatan lahan yang baru satu kali tanam (IP 100) seluas 399.521 Ha ini dikembangkan menjadi dua kali tanam (IP 200) seluas 155.322 ha. Hal yang perlu diperhatikan adalah rehabilitasi sarana irigasi/drainase, Tata Air Mikro (TAM), Pengembangan Alsintan, Handtraktor dan pompa air, Penggunaan Benih Unggul, Pemupukan dan Penyuluhan serta Pendampingan.

Propinsi Lumbung Energi Sektor Pertambangan

otensi sumber daya alam atau sumber energi Sumatra Selatan melimpah ruah. Sumber energi ini meliputi minyak bumi, gas bumi, batubara dan energi kelistrikan. Semua potensi tersebut merupakan modal dasar dalam mewujudkan Sumatra Selatan sebagai Lumbung Energi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Palembang.

Sector minyak provinsi Sumatra Selatan memiliki cadangan minyak sebesar 705 MMSTB setara dengan 9,8 % cadangan minyak nasional, Disusul cadangan gas bumi sebesar 7.235 BSCF atau 7,01 % setara dengan cadangan gas nasional, dan batubara memiliki cadangan sebesar18,13 miliar ton atau setara dengan 34% cadangan batubara Indonesia.

Sementara, pembangunan ketenagalistrikan di Sumatra Selatan melalui Pembangkit listrik Tenaga Gas (PLTG) dan pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dua potensi ini yang akan menjawab kelangkaan listrik di Jawa dan Sumatra. Selain itu sebagai ekspor ke Malaysia dalam pengembangan pemanfaatan BBG untuk industri, komersial, rumah tangga dan transportasi.

Di Provinsi Sumatra Selatan terdapat pula beberapa industri besar seperti PT Tambang Batubara Bukit Asam, PT Semen Baturaja dan Unit Pengolahan dan Pemasaran Pertamina. Khusus pembangunan ketenagalistrikan di Sumatra Selatan melalui Pembangkit listrik Tenaga Gas (PLTG) dan pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai potensi yang akan menjawab kelangkaan listrik di Jawa dan Sumatra. Selain itu sebagai ekspor ke Malaysia dalam pengembangan pemanfaatan BBG untuk industri, komersial, rumah tangga dan transportasi. Peluang investasi sector pertambangan Sumatra Selatan masih terbuka lebar. Dimana masih tersedia cukup banyak cadangan migas, batubara, dan sumber energi kelistrikan yang belum dikelola dan membutuhkan adanya investor untuk mengelolahnya.

Sebagai gambaran beberapa peluang investasi yang di prioritaskan, pertama, potensi minyak bumi, yang mempunyai cadangan sebesar 5.034.082 MSTB. Selama ini ekploitasi pertamina dan mitranya selama 1998-2002 baru memproduksi rata-rata 3.718.720 barrel perhari. Disusul Gas alam yang berlokasi di kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Musi Rawas dan Ogan Komering Ilir. Nilai produksinya mencapai 7.238 BSCF. Ekploitasi 4 tahun terakhir baru menghasilkan pruduksi rata-rata 2.247.124 MMSCF. Kegunaan gas alam ini adalah bahan pembangkit tenaga listik, produk plastik dan pupuk.

Selanjutnya batu bara, cadangan batubara di Sumatra Selatan mencapai 18,13 miliar ton. Lokasi batubara terdapat di kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin dan Musi Rawas. Mutu cadangan batubara pada umumnya berjenis lignit dengan kandungan kalori antara 4800-5400 Kcal/kg. Batubara ini baru dikelola PT Bukit Asam dam dan PT Bukit Kendi di lokasi Kabupaten Muara Enim.masih tersedia cadangan batubara senilai 13,07 Miliar Ton yang belum dikelola sama sekali.

Disusul kemudian peluang investasi pembangkit tenaga listrik yang berdaya tampung 411,975 KW. Saat ini PLN Provinsi Sumatra Selatan masih defisit lebih kurang 90 Megawatt. Dengan kebutuhan setiap tahun meningkat diprediksi tahun 2012 defisit PLN di Sumatra Selatan akan mencapai 291,91 Megawatt. Oleh sebab itu dibutuhkan investor untuk menenamkan modal menghindari deficit listrik.

Kembali Menjabat Ketua Partai NasDem Sumsel

Mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman (SO) akan dilantik sebagai Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) provinsi Sumsel yang akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem, Surya Paloh, di Hotel Aryaduta Palembang, Senin (4/11/2013).

The contents of this page are sourced from Wikipedia article on 24 Jun 2020. The contents are available under the CC BY-SA 4.0 license.
comments so far.
Comments
From our partners
Sponsored
Reference sources
References
http://www.sumselprov.go.id/index.php/profil-gubernur/syahrial-oesman.html/
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/2188-revitalisasi-kejayaan-bumi-sriwijaya
http://kabarsumatera.com/2013/11/03/syahrial-oesman-dipimpin-nasdem-sumsel-2/
http://www.sumselprov.go.id
http://syahrialoesman.com/
arrow-left arrow-right instagram whatsapp myspace quora soundcloud spotify tumblr vk website youtube pandora tunein iheart itunes