Quantcast
peoplepill id: noerdin-pandji
NP
1 views today
1 views this week
Noerdin Pandji

Noerdin Pandji

The basics
Quick Facts
From Indonesia
Death 5 July 1998
The details
Biography

Mayor Inf. (Purn.) H.M. Noerdin Pandji (lahir di Gunung Meraksa, Pendopo, Empat Lawang, Sumatera Selatan, 17 November 1924 – meninggal di Jakarta, 5 Juli 1998 pada umur 73 tahun) adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan menentang pemerintahan Hindia Belanda di Sumatera Selatan. Pada saat Proklamasi Kemerdekaan yang diikuti oleh revolusi fisik. Noerdin Pandji berada dalam jajaran Pejuang Kemerdekaan di Sumatera Selatan dengan pangkat Mayor, selama revolusi fisik.Berbagai jabatan di embannya antara lain, sebagai Komandan Batalyon Mobil dalam Komandemen Sub Teritorial Lampung (STL) dan sekaligus Komandan Front Utara STL di Kotabumi.

Noerdin Pandji yang lahir pada 3 November 1924 di Gunung Meraksa Kecamatan Pendopo Kabupaten Lahat ini ternyata anak dari putera H Pangeran Ibrahim dari Gunung Meraksa dan Hj Fatimah. 

Istri Noerdin Panji juga merupakan  puteri dari Pangeran Abdul Hamid yang berasala dari Sekayu Ibukota Marga Menteri Melayu di Kabupaten Musi Banyuasin.

Bagi Alex Noerdin baik dari pihak ayah maupun ibu berasal dari keluarga yang pernah menduduki jabatan tertinggi dalam marga dalam sistem pemerintahan marga yang tradisional. Bukan saja Pasirah atau Pangeran yang menjadi panutan bagi warganya akan tetapi para keluarga terutama anak-anak sedapat mungkin menjadi contoh keteladanan pula dalam masyarakat.

Selain itu selama karier dalam kemiliteran beliau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Devisi I di Lahat Sumatera Selatan. Kemudian Staf hubungan Komandan Sumatera Utara, Kepala Staf Resimen XI, Resimen 41 Lampung, Kepala Staf Brigade Garuda Hitam, Sub Teritorium Lampung dan terakhir Komandan Batalyon 205 Teritoriem II Sriwijaya. Kemudian pada 1961 Beliau mengundurkan diri dari kemiliteran atas permintaan sendiri dalam pangkat Mayor Infantri.

Setelah keluar dari bidang kemiliteran Noerdin Pandji aktif dalam berbagai kegiatan seperti anggota DPRD Sumatera Selatan pada tahun 1960. Kemudian Ketua DPRD Sumsel 1966, anggota MPRS Utusan Daerah 1968. Dia juga menjabat sebagai Ketua IV Dewan Harian Nasional Angkatan 45 tahun 1971-1976. Pada tahun 1974-1979 dia juga sempat menjabat menjadi Ketua IV Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia.

Selanjutnya pada 1979 menjadi Kabat IDPOL dan anggota pimpinan pusat Legiun Veteran hingga menjabat Kepala Bagian Bina Patusi pimpinan pusat Legiun Veteran RI.

Sebagai seorang Pejuang Kemerdekaan ayah Alex ini juga dianugerahi berbagai penghargaan ataupun tanda jasa diantaranya, Bintang Gerilya (Era Revolusi Fisik), Satya Lencana Peristiwa Perang Kemerdekaan I saat Belanda melakukan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947, Satya Lencana Perang Kemerdekaan Dua (ketika Agresi Militer II pada 19 Desember 1948).

Satya Lencana Wiradharma, Satya Lencana Penegak. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Urusan Veteran RI Nomor 276/MUV/1962 Noerdin Pandji diakui sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan RI golongan A.

Jiwa dan semangat serta pengabdian terhadap kehidupan masyarakat bangsa dan negara tercermin pula dari upayanya untuk menjadi orang nomor satu di Sumatera Selatan dengan ikut mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Selatan berturut-turut pada pemilihan tahun 1963, 1967 dan 1978 walaupun belum pernah berkesampaian.Dalam lingkup keluarga Noerdin Pandji adalah seorang pembina panutan dan contoh teladan terutama bagi putera-puterinya. Kedisiplinan ditanamkan sejak dini.

Satu contoh kecil yang pernah dikemukakan sendiri oleh Alex Noerdin dan tetap dipatuhi oleh anak-anak bahkan cucunya adalah tidak “merokok”.

Kebiasaan ini pula yang dibawa Alex Noerdin dalam lingkungan tugasnya kemudian sehingga dalam lingkungan kantor Pemda Kabupaten Muba dapat dikatakan bebas asap rokok.

Sikap setia dan mencintai keluarga juga masyarakat tercermin dari wasiatnya sebelum meninggal pada 5 Juli 1958.

Noerdin Pandji minta dikuburkan satu liang kubur dengan isterinya tercinta Hj Fatimah yang telah mendahuluinya pada 24 November 1981 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir Jakarta.

Dari tanda penghargaan terutama bintang gerilya sebenarnya Noerdin Pandji dapat saja dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.

Riwayat Jabatan

  • Kepala Staf Divisi I di Lahat
  • Kepala Staf Resimen 41 Lampung
  • Kepala Staf Brigade Garuda Hitam Sub-Teritorium Lampung
  • Komandan Batalion 205 Teritoriem II Sriwijaya.
  • Anggota DPRD-GR Sumatera Selatan (1960)
  • Ketua DPRD-GR Sumatera Selatan (1966)
  • Anggota MPRS Utusan Daerah (19680
  • Ketua IV Dewan Harian Nasional Angkatan 45 (1971-1976)
  • Ketua IV Pimpinan Pusat Legiun Veteran RI (1974-1979)
  • Kabat IDPOL dan anggota Pimpinan Pusat Legiun Veteran
  • Kepala Bagian Bina Patusi Pimpinan Pusat Legiun Veteran RI

Tanda Jasa

  • Bintang Gerilya (Era Revolusi Fisik)
  • Satyalancana Peristiwa Perang Kemerdekaan Satu (saat Belanda melakukan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947)
  • Satyalancana Perang Kemerdekaan Dua (ketika Agresi Militer II pada 19 Desember 1948)
  • Satyalancana Wiradharma
  • Satyalancana Penegak
The contents of this page are sourced from Wikipedia article. The contents are available under the CC BY-SA 4.0 license.
comments so far.
Comments
arrow-left arrow-right arrow-up arrow-down instagram whatsapp myspace quora soundcloud spotify tumblr vk website youtube stumbleupon comments comments pandora gplay iheart tunein pandora gplay iheart tunein itunes