Quantcast
peoplepill id: matu-mona
MM
1 views today
1 views this week
Matu Mona

Matu Mona

Indonesian writer
Matu Mona
The basics

Quick Facts

Intro Indonesian writer
Was Writer
From Indonesia
Type Literature
Gender male
Birth 21 June 1910, Medan, Indonesia
Death 8 June 1987, Jakarta, Indonesia (aged 77 years)
Star sign Cancer
Peoplepill ID matu-mona
The details (from wikipedia)

Biography

Matu Mona atau Hasbullah Parinduri (lahir di Medan, Hindia Belanda, 21 Juni 1910 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 8 Juni 1987 pada umur 76 tahun) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karyanya dalam bentuk prosa. Dia sudah mengawali debut kepenulisannya sejak Indonesia belum merdeka..

Latar belakang

Matu Mona lahir di Medan, Sumatra Utara, 21 Juni 1910. Berlatar belakang pendidikan St. Anthony’s Boys School Medan. Setelah lulus, tahun 1930, nama Matu Mona yang Ia pakai berasal dari Bahasa Mandailing dari kata Matumona yang dalam Bahasa Indonesia berarti Yang baru mulai, ia menjadi guru bantu di sekolah tersebut. Dikenal sebagai penulis yang produktif di zamannya. Karya tulisnya banyak bercerita tentang tokoh kepahlawanan, pemberontakan, dan perang. Karyanya, Rol Pacar Merah Indonesia (1934) adalah sebuah kisah yang menggabungkan antara fakta dan fiksi. Roman petualangan yang mengambil latar kejadian antara tahun 1930-1932 ini menampilkan beberapa fakta sejarah tentang gerakan komunis dan kiri radikal di Hindia Belanda dan fiksi spionase, politik, dan percintaan. Beragam profesi pernah ia geluti antara lain menjadi wartawan Pewarta Deli (1931-1938), pemimpin mingguan Penyebar (1941), Pembantu Panji Pustaka (1943), pendiri koran Perjuangan Rakyat di Garut (1946), pemimpin harian Tegas di Banda Aceh (1950-1953), pemimpin mingguan Penyebar di Medan (1954-1959), dan wakil pemimpin redaksi majalah Selecta di Jakarta (1960-1987). Matu Mona pernah aktif dalam dunia seni pertujukan dengan menjadi pimpinan sandiwara amatir Ratu Timur (1932-1938), rombongan sandiwara Cahaya Timur, dan Dewi Mada (1943-1944). Di samping itu, ia juga pernah bergabung dalam Badan Penerangan Divisi XII Surakarta (1946), dan turut bergerilya di Jawa Timur (1948). Tahun 1941-1944 ia di penjarakan di Sukamiskin, Bandung.

Karya

  • Hatta Terpendam (1931)
  • M. Yussyah Journalist (1932)
  • Panggilan Tanah Air (1934)
  • Rol Pacar Merah Indonesia (1934)
  • Spionnage Dienst (1935)
  • Zaman Gemilang (1936)
  • Dja Umenek Jadi-jadian (1937)
  • Rol Pacar Merah Indonesia cs (1938)
  • M. Husni Thamrin (b.1940)
  • Akibat Perang (1950)
  • Putera Dja Umenek (1961)
The contents of this page are sourced from Wikipedia article on 24 Jun 2020. The contents are available under the CC BY-SA 4.0 license.
comments so far.
Comments
From our partners
Sponsored
Reference sources
References
http://www.tamanismailmarzuki.co.id/tokoh/matu.html
http://www.teraslampung.com/2014/06/rita-matu-mona-hidup-untuk-teater-dan.html
http://langitsendjamerah.blogspot.com/2011/12/roman-picisan-matu-mona.html
http://umum.kompasiana.com/2010/04/05/tan-malaka-kisah-patjar-merah-indonesia-dan-matu-mona-110817.html
arrow-left arrow-right instagram whatsapp myspace quora soundcloud spotify tumblr vk website youtube pandora tunein iheart itunes