Quantcast
IJK
Indonesia
314 views this week
Iwan J. Kurniawan

Iwan J. Kurniawan

Kunstenaar uit Indonesië
The basics
Quick Facts
Occupations Artist
Countries Indonesia
Gender male
Birth July 27, 1983
The details
Biography


Iwan Jaconiah Kurniawan (lahir di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, 27 Juli 1983; umur 34 tahun) adalah penyair berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui sejumlah karyanya berupa esai, cerita pendek, dan puisi yang dipublikasikan di berbagai media massa dan diterbitkan dalam bentuk buku antologi. Iwan merupakan penerima penghargaan sebagai juara pada Lomba Tulis Cerpen Bulan Bahasa dan Sastra 2004, Universitas Pajajaran (Unpad), dan penghargaan sastra pada Festival Pemuda Internasional 2016 di Pushkin Institute, Moskow, Rusia. Sejak tahun 2007, Iwan Jaconiah Kurniawan menjaga rubrik sastra di harian umum Media Indonesia.

Latar belakang

Lahir di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, pada 27 Juli 1983. Dia merupakan anak ke-tiga dari tiga bersaudara dari seorang ayah yang berprofesi sebagai pembuat janur dan seorang ibu yang berprofesi sebagai bidan. Mulai mengenal dunia kesusastraan sejak menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Soe, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Bakat menulisnya terus terasah saat duduk di sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas. Kemampuan untuk mengolah kata menjadi kalimat pun semakin piawai saat dia menetap di Kota Bandung, Jawa Barat. Pada 2001, ia diterima masuk ke Universitas Pajajaran (Unpad) dan menamatkan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu Komunikasi pada tahun 2007. Di masa kuliahnya, ia banyak menelurkan sejumlah karya sastra. Karya-karyanya (berupa puisi dan cerpen) sering kali dimuat di media cetak, baik lokal maupun nasional, dengan beberapa nama pena. Ia pun pernah menjuarai Lomba Tulis Cerpen Bulan Bahasa dan Sastra 2004, Sastra Indonesia, Unpad dan penghargaan sastra pada Festival Pemuda Internasional 2016 di Pushkin Institute, Moskow, Rusia

Namun, sejak bekerja sebagai jurnalis di Harian Umum Media Indonesia, Jakarta, (2007-sekarang), konsisten menggunakan nama aslinya Iwan J. Kurniawan sebagai sebuah pertanggung jawaban atas profesionalitas di dunia jurnalistiknya. Sebagai penyair, tercatat ia telah mengeluarkan karya berupa buku kumpulan puisi Tapisan Jemari (2005) dan Rontaan Masehi (2013). Pernah pula menjadi kurator sekaligus editor pada antologi puisi Buruh Migran Indonesia: senyum itu (kini) milikmu (2013).

Aktivitas sastra lainnya yang pernah Iwan jalani yakni pada tahun 2009, ia membacakan puisi-puisinya pada sebuah lawatan kebudayaan di Vientiane, Laos. Lalu, lawatan kebudayaan di Kuala Lumpur, Malaysia (2011), dan Singapura (2012). Ia dikenal dengan puisi-puisinya yang memperbincangkan tentang kondisi sosial dan bangsa. Tidak jarang pula ia membuat puisi religi, seperti Hari Terakhir dan Denyutan Nadi, yang menyiratkan satu makna, bahwa keimanan bukan seperti pakaian yang perlu dipertontonkan. Tak sedikit pula syair tentang ibu, pernah ia tulis, sebut saja dalam puisi berjudul Tetap, Kota Pagi ini, dan Pulang. Ia juga tak jarang bersitegang dengan keadaan sehingga dia tetap menuangkan idenya lewat menulis esai, cerpen, dan artikel.

Bibliografi

  • Tapisan Jemari (kumpulan puisi, 2005)
  • Rontaan Masehi (kumpulan puisi, 2013)
  • Hari Terakhir dan Denyutan Nadi (puisi)
  • Tetap, Kota Pagi Ini (puisi)
  • Pulang (puisi)

Lihat pula

  • Taman Ismail Marzuki
  • Media Indonesia

Referensi

The contents of this page are sourced from Wikipedia article. The contents are available under the CC BY-SA 4.0 license.
comments so far.
Comments
Latar belakang Bibliografi Lihat pula Referensi
arrow-left arrow-right arrow-up arrow-down instagram whatsapp myspace quora soundcloud spotify tumblr vk website youtube stumbleupon comments comments pandora gplay iheart tunein pandora gplay iheart tunein itunes