Quantcast
peoplepill id: adji-pangeran-afloes
APA
1 views today
1 views this week
Adji Pangeran Afloes

Adji Pangeran Afloes

Adji Pangeran Afloes
The basics

Quick Facts

From Indonesia
Gender male
Birth 6 February 1905, Tenggarong, Indonesia
Death 1991, Jakarta, Indonesia (aged 85 years)
Star sign Aquarius
The details

Biography

H. Adji Pangeran Afloes (lahir di Tenggarong, 6 Februari 1904 – meninggal di Jakarta, 1 Oktober 1991 pada umur 87 tahun) dimakamkan di Pemakaman Umum Jalan Sanjaya - Kebayoran Baru Jakarta Selatan adalah Gubernur Kalimantan Barat periode 1957-1958.

Keluarga

Adji Pangeran Afloes lahir dari ibu bernama Adji Haniah binti Sultan Adji Muhammad Sulaiman (gelar Adji Raden Wasito Putro Winatan) dan ayah bernama Adji Muhammad Ali Hanafiah (gelar Adji Pangeran Prawiro). Cucu dari Sri Paduka Sultan Adji Muhammad Sulaiman Kalifatur Mu'minin Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Ke 17.

Pendidikan

Adji Pangeran Afloes menempuh pendidikan di Volksschool (setingkat SD) di Tenggarong dari 1911 hingga 1917. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke kursus bahasa Belanda di Tenggarong (1918–1919), OSVIA (Opleiding School voor Inlandse Ambtenaaren) atau Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negri, lulus di Makassar (1919-1925) dan Kursus Bahasa Inggris di Sanga Sanga Dalam (1930).

Keluarga

Adji Pangeran Afloes menikahi sepupu sekali beliau Hj. Adji Fatimah Sastro Binti Adji Mahligai / Adji Raden Ario Sastro Bin Sultan Adji Muhammad Sulaiman .mempunyai 6 anak yaitu

  1. Adji Jamlus Afloes
  2. Hj. Adji Ratna Kumala Afloes
  3. H. Adji Hanafiah Afloes
  4. H. Adji Ali Akbar Afloes
  5. Hj. Adji Hasaniah Afloes - H. Ridwan Herman
    • Ory Kurniawan - Erni isnaeniah
      • Muhamad Fauzan Khoeruzadi
      • Fadlan Miftahunnajah
      • Falya Alifa Ihyana
  6. Adji Amir Hasanudin Afloes
  7. H. Adji Yulius Husein

Riwayat

  • AIB (Pejabat Pemerintahan) di Sampit, Borneo (1925)
  • AIB (Pejabat Pemerintahan) di Barabai, Borneo (1926)
  • Kepala Pejabat di Muara Kaman, Borneo (1927)
  • Jaksa Pengadilan Negri di Tenggarong, Kaltim (1928)
  • Kepala Pejabat ( mewakili Kesultanan Kutai ) di Sanga Sanga, Kalimantan Timur (1928–1931)
  • Sekertaris Sultan Kutai di Tenggarong, Kalimantan Timur (1932–1934)
  • Swasta di Tenggarong, Kalimantan Timur (1935–1940)
  • Kakaricho di Tenggarong, Kaltim (1941–1945)
  • Menjadi salah satu wakil dari Indonesia di Konperensi Malino (1946)
  • Patih di Samarinda, Kalimantan Timur (1945–1948)
  • Ketua Pendidikan Pemerintah di Samarinda, Kalimantan Timur (1949–1952)
  • Resident diperbantukan pada Gubernur Provinsi Kalimantan di Banjarmasin (sebelum Kalimantan dimekarkan menjadi 4 provinsi) (1952–1957)
  • Resident pada Gubernur Murdjani di Banjarmasin (1952–1954)
  • Resident pada Gubernur Milono di Banjarmasin (1954–1957)
  • Bersama dengan Gubernur Milono berinisiatif memekarkan Provinsi (1957), Kalimantan dan mengusulkan pada Presiden RI di Jakarta untuk menjadi 4 Provinsi
  • Gubernur Pertama di Provinsi Kalimantan Barat (1957–1958)
  • Staff Ahli Mentri, diperbantukan pada Departemen Dalam Negri di Jakarta (1959)
  • Sebagai Ahli Ekonomi Kerakyatan aktif mendirikan Gerakan Koperasi (1960–1961)
  • Pensiun sebagai pegawai negeri (1961)
  • Ketua Dewan Koperasi Pegawai Negri seluruh Indonesia di Jakarta (1961–1963)
  • Pendiri dan Direktur Utama PT Kayu Mahakam Kutai di Jakarta (1964–1976)
  • Bersama Sukamdani Sahid, Moch. Hassan, HA Rustam Effendi mendirikan INDOTA (Indonesian Timber Association) (1979)
  • Dewan Penasihat / Pendiri MPI ( Masyaakat Perkayuan Indonesia (1976–1981)
  • Komisaris Utama PT Gunung Jati Rimba Samarinda, berkedudukan di Samarinda (1982–1991)
  • Wafat dan dimakamkan di Jakarta (1991)
Catatan
  1. ^ dan pusat pusat Koperasi serta Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan di Jakarta bersama dengan tokoh - tokoh Koperasi di Indonesia seperti Drs. Moch.Hatta, R.P Suroso, Drs. Achmadi, dll. Mewakili Dewan Koperasi Indonesia pada Konperensi Gerakan Koperasi Internasional di Singapura, New Delhi, Praha dan negara - negara Timur Tengah
  2. ^ semula sebagai embrio yang kelak melahirkan dan berdirinya MPI (Masyarakat Perkayuan Indonesia)

Wafat

Adji Pangeran Afloes Meninggal pada Hari Selasa Tanggal 1 Oktober 1991 di RS Islam Rawamangun Jakarta Timur akibat sakit yang dideritanya dan dimakamkan di pemakaman umum Sanjaya Kebayoran Baru - Jakarta Selatan. Beliau Meninggalkan 6 orang anak beserta cucu dan cicitnya.

The contents of this page are sourced from Wikipedia article on 24 Jun 2020. The contents are available under the CC BY-SA 4.0 license.
comments so far.
Comments
Reference sources
References
https://books.google.co.id/books?id=m61dDAAAQBAJ&pg=PA101&lpg=PA101&dq=Adji+Pangeran+Afloes&source=bl&ots=WPJEpihd_5&sig=5laCR-Iru4Yn6u-WnsXilrr5Q2M&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwi5vbrG6fjbAhXVfn0KHV-DDRAQ6AEIfjAN#v=onepage&q=Adji%20Pangeran%20Afloes&f=false
http://pontianak.tribunnews.com/2017/09/06/inilah-tokoh-yang-pernah-memimpin-kalbar-nomor-3-dijadikan-nama-kolam-renang?page=all
arrow-left arrow-right arrow-up arrow-down instagram whatsapp myspace quora soundcloud spotify tumblr vk website youtube stumbleupon pandora tunein gplay iheart itunes